"sama seperti dia, kamu g ada bedanya. kamu memang sahabatkku, tapi kamu seperti lebih dari sahabatku. bahkan lebih dari seorang pacar. kamu jangan menangis, aku g kuat lihat kamu menangis".
berdiri di hadapanku, adjie mengatakan itu sambil menangis. singkat namun bukan menenangkan aku melainkan buat aku semakin sakit. kenapa tidak, nuna sahabatku, sahabat terbaik ku sampai saat ini. aku sudah begitu dekat dengan adjie sampai aku tidak rela melihat ada yang lebih dekat dari aku sekalipun itu sahabatku. begitu juga dengan dia, adjie tidak bisa membedakan antara aku dan pacarnya. adjie selalu memperlakukan aku sama seperti dia memperlakukan nuna . .
sanagat wajar jika nuna marah ke aku tentang kedekatanku dengan adjie. selama hampir setahun huubungan persahabatan aku dengan nuna penuh dengan kemunafikan. baik,manis,peduli,perhatian padahal sangat kesal. Hari-hari itu sangat berat untuk aku, tidak mudah berada diantara mereka, ingin pergi namun dihalangi, ingin tetap bersama semakin berduri. aku juga manusia, aku sahabat yang baik. aku selalu mengalah untuk nuna, aku selalu memberi kesempatan untuk nuna karena aku sayang adjie, karena aku g mau dia bingung memilih aku atau nuna.
ada waktu untuk belajar tanpa adjie. saat itu aku mencoba untuk pergi, tidak sepenuhnya, tidak seutuhnya, hanya separuh. karena aku belajar ingin tetap bahagia walau tanpa adjie sebagai alasannya. aku sempat menghindar dari apapun tentang dia, aku berhasil, aku kuat. namun ternyata ada yang tidak kuat dengan itu, ada yang hari-harinya tidak nyaman.
"menjauhiku sama saja dengan menaki aku, aku tidak bisa untuk kau hindari. salahku apa sama kamu, jangan buat aku semakin tersiksa karena kamu, aku sayang sama kamu".
jika dia sudah mengatakan itu, aku tidak punya kekuatan untuk benar-benar pergi dari dia. dia mencintai nuna namun tidak mau meninggalkan aku. aku yakin nuna mengutuk kehadiran ku di antara mereka. semenjak adjie pacaran dengan nuna hubunganku dengan nuna sudah tidak membaik. aku telah melakukan upaya memperbaikinya, sia-sia, nihil .
karena tidak ada alasan buat aku dan adjie untuk menjauh, nuna dengan adjie sempat putus. itupun tetap aku yang menjadi tuduhan penyebab mereka putus. padahal aku taupun tidak. aku tidak pernah mau menanyakan tentang hubungan mereka ke adjie, buat apa. hanya akan memancing api semakin membara. sekarang aku tidak mau sedikitpun jauh dari adjie, dengan alasan apapun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar