Masih ingat saat pertama kali
aku ke jogja. Belum tau kota ini sepenuhnya, belum ngerti orang-orangnya,
bahkan belum ngerti bahasanya. Membayangkan tinggal disini magic. Itu mimpi
diwaktu silam. Dan bahkan saat ini aku hanya sekilas mengingat impian itu. Jauh
diumurku yang sekarang, aku memang menginginkan tempat ini, menginginkan
sekolah di jogja yang katanya kota pelajar. Bahkan setelah aku mendapat
kepastian tinggal disini, sekolah disini aku tetap antusias. Ternyata memang
benar, ucapan adalah doa.
Tau g ma aku bangga bisa menjadi
orang pertama dikeluarga besar kita yang bisa sekolah dijogja. Dan aku sangat
tau mama dan bapak juga sangat bangga karena aku bisa kuliah disini dimana aku
adalah seorang perempuan. Bahkan tidak sedikit yang meremehkan aku, meremehkan
kerja kerasku. Tapi itu bukan usikan menjatuhkan buat aku. Karena aku tau mama
dan bapak tau anaknya kayak apa dan bagaimana. Waktu aku berangkat ke jogja aku
tau mama nangis walaupun tidak didepanku. Bahkan sampai saat ini aku belum tau
alasannya apa kenapa mama menangis. Suatu saat nanti aku tidak akan membuatmu
menangis lagi kecuali karena aku telah membanggakanmu dan menuntaskan
kewajibanku walaupun aku tidak bisa membalas semua kebaikan mama dan bapak
secara utuh. Aku bersyukur lahir sebagai anak kalian. Kalian sangat luar biasa
bagi vhinie. Terima kasihpun belum mewakili rasa bersyukurku kepada ALLAH. Sudah
sejauh ini kalian berkorban bukan hanya demi aku tapi juga kakak-kakak. Kalaupun
ada kesempatan kedua untuk hidup lagi dan memilih untuk dilahirkan oleh orang
tua mana, dan aku tetap memilih mama sebagai ibuku satu-satunya dan bapak
sebagai satu-satunya pasangan mama.
Tanggal 31 desember 2012 nanti
genap 34 tahun mama dan bapak bersama, dan selama itu kalian telah menjadi
orang tua yang sangat hebat untuk kakak dan aku. Buat mama terima kasih telah
menjadi mama yang luar biasa mendidik anak-anaknya bukan hanya dengan ilmu tapi
dengan akhlak yang baik dan sopan santun. Menghadapi kami dengan penuh
kesabaran, terima kasih atas marah-marahnya. Aku baru sadar sekarang, bahwa aku
butuh marahnya mama. Terima kasih doa-doanya disetiap sholat bahkan setiap
saat, dan setiap hembusan napas. Dan mungkin ditidurpun mama tidak pernah
berhenti untuk mendoakan kami. Terima kasih telah setia mendampingi bapak dalam
keadaan apapun. Untuk bapak, kau bahkan tidak pernah mengeluh kesakitan dan
capek untuk kami. Terima kasih telah membimbing kami menjadi anak yang InsyaAllah
baik dan akan selalu berbakti kepada bapak. Betapa tekat bapak yang kuat untuk
menyekolahkan kami setinggi mungkin kerena bapak sadar tidak punya harta lain
yang akan diwariskan untuk anak-anaknya selain ilmu dan akhlak yang baik. Dan kami
tidak akan mengecewakan bapak, sedikitpun. Sekarang bapak sudah tua, jangan
terlalu kerja keras, banyak istirahat, temenin mama selalu. Kami tau sampai
kapanpun bapak tidak akan berhenti berjuang untuk kami. Terima kasih pa, terima
kasih banyak. Sekarang bapak nikmatin masa tua bapak dengan ibadah kepada ALLAH
dan istirahat, jagain mama, jangan ninggalin mama. Kami, anak-anak mama dan
bapak akan berbalik berjuang ntuk kalian tetap bahagia memiliki kami. Kami akan kerja keras untuk menyenangkan hari mama dan bapak. Kami sayang
dan akan selalu butuh mama dan bapak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar