Butuh ilmunya bukan nilainya. ajarkan yang belum aku tau, terangkan yang belum aku pahami
kerana aku hanya butuh ilmunya. sesederhana itu konsep pembelajaranku. hanya ada dua penilaian pada diri seseorang yaitu penilaian luar dan penilaian dalam. apabila penilaian luarnya bagus belum tentu penilaian dalam ikut bagus. tetapi apabila penilaian dalamnya bagus otomatis penilaian luarnya juga bagus.
namun, kasus yang terjadi di kehidupan nyata tidak mencerminkan seseorang itu berilmu, padahal TUHAN telah menciptakan hambanya dengan derajat yang tinggi. apakah definisi pintar dan cerdas akan berubah berdarkan perkembangan zaman. banyak orang yang cerdas tapi sebenarnya lebih bodoh. banyak orang yang sekolah tinggi tapi sebenarnya ia rendahan. berarti kecerdasan itu tergantung dari orangnya,lingkungannya. karena kecerdasan itu dapat diciptakan sendiri oleh manusia dengan kerja keras,maka cerdas itu juga bisa berarti bodoh.
kasus lain ialah sarjana pengangguran. sarjana itu tidak menjamin seseorang bisa sukses dan mendapatkan pekerjaan dengan cepat dengan gaji yang besar. menurut pendapat saya pekerjaan itu akan mudah didapat apabila ada peluang(keberuntungan),skill,dan kemauan. tiga aspek tersebut tidak bisa dipisahkan dari yang namanya mencari pekerjaan. menjadi sarja di universitas terkenal, sampai menyelesaikan S3 tidak menjamin apa-apa. mungkin hanya ada beberapa persen yang akan di pakai di lingkungan kerja. selebihnya adalah pengalaman. kuliah itu hanya dunia pengembangan kepribadian,tempat mencari jadi diri yang sebenarnya,tempat menemukan apa yang sebenarnya yang kita mau,apa yang sebenarnya kemampuan kita. kuliah itu adalah sarana atau jembatan menuju jawaban atas pertanyaan yang tida pernah kita tanyakan sebelumnya dalam hidup kita.
jadi berlomba-lomba mendapatkan nilai yang tinggi itu sah-sah saja, wajar-wajar saja. tapi itu bukan tujuan utama dalam belajar dan menuntut ilmu. karena yang penting kita dapatkan adalah ilmunya bukan nilainya. bersaing secara sehat. karena TUHAN itu MAHA ADIL. tidak pernah tidur,sedetikpun dari hidup kita TUHAN tidak pernah lengah. bahkan yang kita tidak taupun pada diri kita sendiri TUHAN tau. contoh sederhanya, pernahkah kalian tau jumlah rambut yang tumbuh dikepala kita, tidak kan? tapi TUHAN MAHA MENGETAHUI.
karena saat ini aku berada di situasi yang menyudutkan aku untuk memilih masa depan yang harus aku jalani. aku ingin menjadi sesuatu yang aku mau tetapi jalan yang aku lalui sekarang bukan jalur menuju harapanku itu. maka kalau aku mau itu terwujud aku harus putar balik mencari jalan lain agar aku sampai tepat pada tujuan yang aku mau. tapi perjalannya sudah terlalu jauh untuk balik lagi. maka satu-satunya cara ialah jalan terus sambil menemukan jalan lain, siapa tau di depan aku menemukan jalan itu. tidak ada salahnya dengan perjalanan ini, karena kita jadi tau disini ada apa saja.
maka, tidak harus sekolah sutradara untuk menjadi sutradara. tidak harus sekolah sastra untuk menjadi penulis. walaupun aku telah berencana panjang setelah menjadi SKM,melanjutkan S2 ngambil K3. namun FKM saat ini masih aku anggap kutukan.
ku mohon Ya ALLAH, please ku mohon dengan sangat tunjukkan arah, mudahkan jalannya. Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar